"Kak Kyle!" teriak seseorang di area luarnya. Kyle tidak menoleh, tetapi segera menangkis kembali serangan Kennan. Dalam sekejap di balik punggung sang ayah muncul adiknya. Luciel tanpa ragu menghunuskan pedang pada ayah mereka. "Kak Kyle, maaf aku datang terlambat," ujar Luciel padanya. Dibanding kedatangan yang terlambat, Kyle mengembuskan napasnya. Dia lalu melihat kembali pada Kennan. "Ayah, aku menemukan adikku. Apa ayah tahu?" Kennan tersenyum padanya. Dia memamerkan senyum yang benar-benar indah. Perlahan tubuh Kennan mulai berubah menjadi butiran cahaya. Sebelum beranjak pergi. Dia mengusap puncak kepala kedua anaknya. Bahkan Luciel, anak yang tidak pernah dilihatnya sama sekali. "Ayah dan ibu tahu, kalian adalah putra kami yang hebat. Kami bersyukur karena kalian berdua b

