Rumah dengan desain lawas tapi asri ini mengantarkanku pada memory belasan tahun silam. Di mana aku lebih banyak menghabiskan waktu di tempat ini ketimbang di rumahku sendiri. Belajar membaca, menulis, berhitung dan mengaji. Bapak sama ibuk dulu sedang sibuk-sibuknya merintis usaha toko kainnya waktu usiaku lima tahun, sampai sedikit menelantarkan urusan pendidikanku. Bisa dibilang aku termasuk telat masuk sekolah gara-gara nggak ada satu pun dari orang tuaku yang punya waktu untuk mengantar dan menjagaku di sekolah. Aku baru masuk sekolah taman kanak-kanak di usia hampir enam tahun. Jadi baru masuk kelas satu sekolah dasar itu usia delapan tahun. Untung waktu itu ada eyang Ninik yang memaksa ibuk untuk segera menyekolahkan aku. Biasanya rumah ini selalu ramai oleh anak-anak yang mengam

