Galau 17.1

1753 Words

  Daffi memisahkan diri dari tubuhku, duduk lalu menangggalkan kaus yang ia kenakan sejak tadi, menyusul celana kain selutut, menyisakan celana dalamnya yang mengetat akibat sesuatu yang ukurannya membesar dari biasanya. "Kamu siap?" tanya Daffi setelah melempar secara asal semua kain yang menutupi tubuhnya. Lagi-lagi aku seperti keledai dicocok hidungnya. Hanya mengangguk atau menggeleng kecil setiap kali Daffi bertanya sesuatu. Daffi nggak lantas melucuti pakaianku, padahal dirinya sendiri sudah nyaris telanjang. Dia lebih tertarik menatap tubuhku, lalu melanjutkan berciuman denganku. Tapi kali ini dia berbaring di atas tubuhku. Daffi memperlakukan dengan lembut dan hati-hati seolah-olah aku ini porselen yang mudah pecah. Dia juga melibatkan rasa dalam setiap sentuhannya. Nggak sema

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD