Bagian 3

912 Words
Rain saat ini berada di sebuah gang sempit. Bukan tanpa alasan dia berada di sana. Pemuda itu tadi sore mendapat pesan dari seseorang yang menyatakan bahwa Lala, mantan kekasihnya sedang berada dalam keadaan bahaya. Cinta? Rain bukannya masih memiliki perasaan kepada gadis itu, dia hanya ingin melakukan jiwa kemanusiaannya saja. Toh seperti yang Rain ketahui, Lala adalah tipe anak yang sering kali ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya. Orang tua gadis itu tipe-tipe workholic. Tap tap tap Suara derap langkah mendekati tempat pemuda itu berdiri. Samar-samar dia melihat kedatangan seseorang, tapi karena minimnya pencahayaan di dalam gang itu, dia tidak mampu melihat wajah orang tersebut. Hingga dia mengenali orang itu dari suaranya. “Besar juga nyali lo.” Renal. Ya, Rain kenal dengan suara ini. Suara seseorang yang dulu selalu mengisi harinya. Dan suara seorang pengkhianat juga yang hadir dalam hidupnya. “Apa maksud lo minta gue ke sini? Dan di mana Lala?” “Santai bro, buru-buru amat. Gue hanya mau kasih pelajaran sama lo. Dan soal Lala, itu hanya buat pancing lo ke sini.” “b******k! Maksud lo apaan?” “Gue cuma mau peringatin lo agar nggak ganggu hubungan gue dan Lala.” Rain mendengkus kesal, “Mengganggu? Lo nggak sadar siapa pengganggu sebenarnya dalam hal ini?” sindir seorang Rain, “Lagi pula, gue nggak minat sama seorang pengkhianat. Kalian berdua cocok sih, sama-sama pengkhianat,” tekan Rain di akhir kalimatnya. “Kurang ajar!” Seketika dari belakang tubuh Renal muncul lima orang berbadan kekar. Rain menyeringai, dia tau Renal akan melakukan ini, pemuda yang merupakan mantan sahabatnya itu dari dulu selalu sama. Dia tidak akan bisa melawannya dengan one by one, karena pemuda itu selalu kalah jika harus melawan seorang Rain. Namun, kali ini Renal terlihat licik, pemuda itu memanfaatkan Rain yang sedang sendiri. “Pengecut. Dari dulu lo memang pengecut, Nal.” Renal menyeringai, “Gue memang pengecut, tapi setidaknya gue tak bodoh seperti lo. Orang bodoh yang terlalu percaya diri. Lo tau kenapa hanya gue teman yang selalu ada buat lo? Lo tau kenapa di saat semua orang menjauhi dan memusuhi lo, gue dengan suka rela mau berteman dengan lo? Uang. Gue berteman dengan lo hanya karena uang. Karena keluarga lo kaya dan memiliki kekuasaan, tapi sekarang gue sadar. Gue sadar bahwa tak selamanya gue harus merelakan semua yang gue ingin ke elo, seperti Lala, gue akan terus pertahankan dia bagaimana pun caranya, termasuk jika gue harus nyingkirin lo.” Dunia seakan berhenti berputar, kenyataan dunia bahwa tidak ada orang baik di dunia ini memang benar adanya. Dulu Rain dan Renal sangat dekat, bahkan Rain sudah menganggap pemuda itu sebagai keluarganya. Namun, dia tidak menyangka jika Renal mau berteman dengannya hanya karena uang. Dunia memang kejam. Renal memanfaatkan keadaan Rain yang sedang lemah, dia segera menyuruh anak buahnya memukuli Rain. Rain yang belum siap pun terjerembab ke tanah. Berkali-kali dia dipukuli dari berbagai arah. Lima lawan satu? Rain bukanlah super hero dalam film Avengers, pemuda itu hanyalah manusia biasa yang jika dikeroyok akan kalah juga. Uwing uwing uwing uwing Suara sirine polisi membuat preman yang memukuli Rain berhenti, mereka menjadi pucat, “Bos, ada polisi,” ucap salah satu preman tersebut dengan ketakutan. “Bubar. Tinggalin dia di sini,” jawab Renal yang memilih untuk segera pergi dari sana. Mereka meninggalkan Rain yang terbaring di tanah dengan luka-lukanya. Uwing uwing uwing uwing Suara sirine semakin dekat, hingga Rain bisa melihat bayangan seorang gadis. Gadis? Mungkin itu adalah polisi wanita. Akan tetapi, sepertinya bukan, gadis itu membantu Rain berdiri dan memapahnya menuju gang lain hingga saat itulah Rain bisa melihat siapa gadis itu sebenarnya. Rain cukup terkejut jika dia akan bertemu dengan gadis ini lagi. Gadis pegawai toko dan pelayan restauran. Masih dengan baju pelayannya, Disa memapah Rain ke rumahnya. Sesampainya di teras rumah Disa, gadis itu mendudukkan Rain di kursi yang ada di luar. Disa masih tau batasan, dia tidak ingin orang salah paham jika membawa Rain masuk ke dalam rumah, lagi pun Disa tidak mengenal pemuda ini. “Diam dan jangan kabur,” perintah Disa. Setelahnya dia masuk ke dalam rumah untuk mengambil baskom berisi air serta lap dan P3K juga. Rain mengamati rumah sederhana yang gadis itu tempati. Kerja part time, mungkin gadis itu berada dari kalangan kelas bawah, terlihat sekali dari rumah yang saat ini tengah Rain kunjungi. Pengamatan Rain seketika buyar kala sang tuan rumah kembali, dengan telaten Disa mengobati luka-luka Rain. Rain pun hanya melihat dan mendengarkan omelan gadis ini. Gadis yang hanya bertemu dengannya sebanyak dua kali, tapi sudah mengomelinya dengan berbagai pernyataan ketika dipertemuan ketiga kali mereka. “Lo tuh jangan sok jagoan.” “Lima lawan satu? Lo kira Superman?” “Halu tingkat tinggi. “Lagian kenapa juga mau diajak ketemu di gang remang-remang gitu. Udah tau di sana rawan juga.” Gadis aneh, batin Rain yang terus saja mengamati setiap ekspresi kesal gadis yang ada di depannya. “Lo … lo ngapain lihatin gue gitu?” protes Disa. “Rain.” Rain mengabaikan protes Disa, dia memilih mencoba memperkenalkan diri, toh dia juga perlu tau nama gadis yang sudah menyelamatkan nyawanya ini. “Disa.” “Ok Disa, gue di sini nggak bisa bicara banyak, tapi setidaknya gue ucapin terima kasih ke elo. Terima kasih karena sudah nolong gue tadi. Kalau bukan karena lo, gue pasti udah ada di rumah sakit, lebih buruknya di pemakaman.” “Eh, jangan sembarangan kalau ngomong. Ucapan adalah do’a.” Rain tersenyum kala melihat wajah Disa yang kembali menunjukkan amarahnya. Gadis ini lucu ketika sedang marah. “Hmmm. Sepertinya sudah malam, gue harus balik,” kata Rain yang mulai berdiri. “Ok. Hati-hati, itu luka lo besok pagi diobatin lagi. Mungkin satu sampai tiga hari udah sembuh,” ucap Disa menasihati. Takdir memang aneh, tiga kali dipertemukan dengan kejadian-kejadian tak terduga. Apakah ini sebuah takdir? Atau hanya kebetulan saja? Kata orang jika bertemu tiga kali berturut-turut maka itu jodoh. Apakah itu benar? Terima kasih untuk ❤ dan komen jika ingin
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD