116, Kucing 4

1085 Words

Kucing hitam itu terus mendatangi Emran hingga tujuh hari berturut-turut. Tetapi, makhluk menggemaskan itu selalu kabur saat menyadari kedatangan Qisya. Tak ada yang tahu alasan pastinya. Tetapi, Emran mengira bahwa kucing itu hanya nyaman dengannya. Sehingga, ia kerap menghindar dari para manusia lainnya. Emran mengemasi barang-barangnya dan bersiap untuk segera pulang. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan dan tidak mendapati kucing hitam tersebut ada di sana. Seperti biasa, kucing itu kerap menghilang dan muncul saat Emran telah sampai di rumah. Sesampainya di rumah, Emran tidak mendapati Qisya yang biasanya langsung menyambut dan mengecup punggung tangannya. “Qisya, kamu ada di mana?” seru Emran sambil menyelidik ke setiap sudut ruangan. Emran masuk ke dalam kamarn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD