114, Kucing 2

1091 Words

Emran menghabiskan hari liburnya dengan bersantai di kamar. Tubuhnya yang terasa letih setelah satu minggu bekerja pantas mendapatkan ganjaran istirahat. Ia menjatuhkan punggungnya ke sandaran kursi sembari membaca buku. Matanya memindai dengan teliti satu per satu kata di setiap halaman buku. Satu tangannya yang lain mengambil secangkir kopi kemudian menyesapnya secara perlahan. Meong! Suara kucing yang tertangkap indra pendengaran Emran membuat pria itu menyingkirkan buku yang berada di depan wajahnya. Emran mengedarkan pandangannya menyelidik ke seluruh sudut ruangan dengan dahi yang mengernyit. “Tadi sepertinya aku dengar suara kucing, tapi di mana?” gumamnya. Meong! Suara kucing kembali terdengar dengan jarak yang lebih dekat. Emran menyadari hal tersebut dan mengintip ke area di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD