111, Cerita Ayah Qisya

1000 Words

Emran beserta anak istrinya pun pulang kerumah setelah selesai membantu Bobi. "Zidan jangan sedih lagi ya nak. Bobi sudah tenang disana," ucap Emran pada Zidan yang kini sedang berbaring sambil memeluknya. Emran tahu, anaknya pasti sangat sedih karena kehilangan seorang teman. Zidan yang mendengar ucapan ayahnya pun mengangguk kecil sambil tersenyum. "Mama peluk," ucap Zidan meminta Qisya untuk memeluknya juga. Emran juga ikut-ikutan memeluk kedua orang yang ia cintai itu. "Selamat malam sayang," Emran mencium kening istrinya sebelum tidur. Ia sangat lelah hari ini dan memutuskan tidur lebih awal. Bagaimana pun juga, besok ia tetap harus bekerja. *** Emran langsung terbangun dari tidur ketika Qisya memanggil-manggil namanya. "Kamu kenapa sih mas?" tanya Qisya heran karena meliha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD