Chapter 22

1367 Words

Aku masih menatap Kinan dan Acil bergantian. Minta maaf? Apa aku tak salah dengar?   "Flo..." Kinan menitikkan air matanya.   "Maafin aku. Maafin aku." Aku makin tak mengerti arah bicaranya.   "Ada apa?" Belum selesai Kinan berbicara, Mas Bagas terlebih dahulu menarik kencang tanganku dan mensejajarkan tubuhku di dekatnya sambil terus menatap Kinan tajam.   "Pergi Kinan. Maaf kami sedang sibuk dan gaada waktu." Aku membelakak kaget. Kenapa tersirat wajah kemarahan pada Mas Bagas padahal niat Kinan baik untuk minta maaf?   "Mas kenapa?" Tanyaku dengan sedikit meninggikan suaraku.   "Bagas, lo mestinya dengerin dulu penjelasan Kinan! Bukannya seenaknya ngusir kita gitu aja!" Acil bersuara. Ia bahkan menatap Mas Bagas dengan kesal.   "Ayo duduk dulu Cil, Nan." Kataku tak menghir

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD