31 [Crazy Seniority]

493 Words

"AAAAAAAA..." Gara berteriak meluapkan segala emosi dalam dirinya, protes entah pada siapa mengenai ketidakadilan serta penderitaan yang kembali menimpa hidupnya. Bagaimana tidak, satu-satunya wanita yang paling peduli akan dirinya kini harus pergi untuk selamanya. Wanita yang paling disayangi dan dihormatinya, wanita yang selalu dilihatnya setiap kali ia membuka mata, kini tak dapat lagi hadir menemani hari-harinya. Kehidupan ini sungguh tidak adil, setidaknya hanya itulah yang dapat Gara rasakan. Kenapa hanya ada kesulitan, kesengsaraan serta penderitaan yang memihak padanya? Ke mana perginya semua kebahagiaan yang selama ini ia nanti-nantikan? Bukankah dirinya juga berhak untuk mendapatkannya? Lima tahun silam, Gara telah merasakan kejamnya kehidupan saat sang ayah wafat akibat kecel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD