23 [Crazy Seniority]

1060 Words

Sabrina menarik napas panjang, berusaha bersabar dan menuruti saja semua kemauan kakak kelasnya itu. Dengan masih tetap membisu, ia mulai mengisi air ke dalam ember itu sambil terus berpikir mengenai cara untuk segera kabur dari tempat itu. Sabrina baru mendapatkan celah untuk dapat kabur begitu Derry dan Ginna pergi bersama, meninggalkan dirinya hanya dalam pengawasan Gara seorang. Ini benar-benar kesempatan emas yang langka, pikir Sabrina. Dan dia harus bisa memanfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin. Karena Sabrina tahu kesempatan itu takkan berlangsung lama, mengingat ucapan Ginna sesaat sebelum cewek itu pergi, "Vivi, Nada sama Alya katanya juga mau ke sini bentar lagi. Tungguin aja!" ucapnya pada Gara. Sambil mulai menggosok kap depan mobil Ginna dengan spons penuh busa, Sabrina me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD