Tepuk tangan Derry terdengar membahana di ruangan itu. "Gila, gila, gila!" seru Derry seraya geleng-geleng kepala. "Sabrinaaaaa... lo tuh satu-satunya cewek, tapi malah masalah lo yang paling kompleks di antara mereka," sambungnya, lalu kembali bertepuk tangan. "Udahlah Der, nggak usah kebanyakan basa-basi! Langsung aja deh..." protes Nada yang diapit oleh Rasty dan Vivi di sebelah kanan dan kirinya. "Oke, oke... tapi masih ada satu yang tersisa nih. Arman, X-4. Ada kasus lain, selain mukulin Juno di kantin waktu itu?" Hening. Tak ada jawaban, tanda bahwa kasus Arman hanyalah sebatas itu. "Oke kalo nggak ada, kita tentuin hukuman mereka sekarang juga!" kata Derry lagi. "Nggak nunggu Gara dulu?" tanya Ginna tiba-tiba

