Bab.14 Merawat Luka Goldbin

1040 Words

Langit malam akhirnya turun, membawa hawa dingin yang menusuk. Di ruang tamu yang berantakan, Meela berlutut merawat luka Goldbin dengan kain bersih yang sudah dibasahi air hangat. Tangannya gemetar, tapi sorot matanya penuh keteguhan. “Aku nggak bisa biarin kamu terus-terusan berdarah begini, Goldbin. Luka ini sangat dalam,” bisiknya sambil menekan perban ke lengan Goldbin. Goldbin hanya mendengus menahan sakit, kedua matanya menatap wajah Meela yang serius. “Aku baik-baik saja. Yang penting sekarang kita harus cepat keluar dari sini. Mereka sudah tahu rumah ini.” Meela berhenti sejenak, mengangkat kepalanya, lalu menatap lurus ke mata pria itu. “Kita mau lari ke mana? Sampai kapan kita harus sembunyi dan berlari seperti ini, Goldbin? Aku nggak mau lagi hidup dengan rasa takut setiap h

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD