Meela membuka matanya perlahan ketika jam dinding Mansion berdetak melewati tengah malam. Di luar, hujan masih bernyanyi, tetapi nadanya kini lebih tenang, seperti sesuatu yang menunggu keputusan. Di meja kecil di samping tempat tidur, lilin-lilin yang mereka nyalakan tadi malam hampir padam; sisa-sisa rencana mereka berhamburan di atas kertas: nama-nama, koneksi, pola transaksi yang mencurigakan, dan satu kata yang terus berputar seperti mantra, MIRROR PROJECT. Ia berdiri, meraih mantel krem yang tadi dipakai di café, dan menarik kalung kecilnya hingga rapat ke d**a. Kalung itu bukan hanya perhiasan; dalam inti kecilnya tersimpan jus energi dari ritual-ritual perlindungan yang dia pelajari di desa, campuran doa neneknya dan mantra-mantra yang menenangkan roh. Meela tahu Brenda tidak hany

