14. Rindu

1955 Words

SETELAH menyiram tanaman, Asya memilih untuk beristirahat, dia tidak boleh terlalu capek, takut hal yang tidak di inginkan terjadi pada kandungannya. Asya menyenderkan kepalanya di penyangga kasur. Baru saja ia hendak memejamkan matanya, namun suara ponselnya membuat Asya langsung kembali membuka matanya, ia menatap nama yang muncul di layar ponselnya. Hiza Adik keduanya, buru-buru ia memencet tombol hijau sebagai tanda ia menerima panggilan, dan akhirnya tersambung. "Halo, Za? Ya ampun kamu nelpon kakak,” ucap Asya sangat senang. "Kak Asya! Astaga aku rindu banget sama kakak, apalagi Nina, dia sampe ngigau tahu manggil-manggil nama, Kakak." Kata Hiza dalam telpon, Asya tersenyum tipis mendengarnya. Ia jadi rindu adik terakhirnya yang sangat menggemaskan itu. Asya juga bersyukur karna

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD