Apartemen Marco, Milan, Italia “Nghhhhh…” Tubuh Renata beringsut dengan malas saat logikanya berteriak untuk segera bangun. Sayangnya, matanya masih terasa sangat berat. Seperti diganduli ribuan kelereng. Renata lalu meregangkan tubuhnya dan menguap. Lalu, hidungnya mencium wangi daging bakar samar-samar. Hmmmmm….. Ona? Tumben… bocah bongsor itu sudah bangun pagi-pagi dan memasak sarapan di dapur. Renata lalu melirik jam tangannya. Pukul 07.30 pagi. Ok… Ia kembali mengucek-ngucek matanya dan bangkit dari atas kasur. Barulah setelahnya, ia menyadari ada yang aneh. Keningnya otomatis langsung berkerut bingung. Kasur ini…. Warna kamar ini… Ukuran kamarnya… Interior ruangannya… Semuanya didominasi warna tanah dengan sentuhan ornament oceanic sebagai hiasan dindingnya. Sinar matah

