“ Farzan..” Farzan menghentikan langkahnya di anak tangga. Mendengar suara lembut yang menyapanya mungkin untuk terakhir kali. Ditatapnya wajah Bumi yang terlihat sedih dengan koper di tangan. Pagi itu, Bumi telah siap meninggalkan rumah yang selama ini telah ia anggap sebagai. Rumah dan keluarga yang ia pertahankan mati matian demi cinta dan harga diri. Entah kenapa Bumi lebih memilih pergi dari pada jujur pada Farzan. “ Mama pergi ya sayang, jaga dirimu baik baik.” Ujarnya dengan tatapan sedih Farzan memalingkan wajah, ia terlihat tegar. Walaupun Nayara bisa melihat ada bulir bening yang mendesak dari bola mata suaminya itu Bumi mengerti, ia pun menghela napas dan beranjak pergi Ya, ia benar benar pergi “ Kau tidak mau bicara dengannya satu kali saja sebelum dia benar benar pergi?

