“ Selamat ulang tahun!!!” Ini adalah senja puluhan tahun yang lalu, senja yang menyimpan duka dan kenangan Bumi tampak begitu cantik, menggendong putra lelakinya yang masih anak anak, Farzan Adikara. Sudah berhari hari ia menyiapkan surprize ini untuk suaminya. Tapi, Ekspresi Hendri begitu datar. Wajahnya pucat dan kelopak matanya membengkak, tidak ada raut bahagia di wajahnya. Ia terlihat begitu sedih. “ Sayang, kau senang? Aku dan Farzan menyiapkan semua ini untukmu!” Ujar Bumi dengan wajahnya yang ceria Hendri hanya tersenyum masam kemudian masuk ke kamar tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Bahkan ia mengabaikan para tamu. Bumi bergegas mendekati suaminya, mencoba mengintip dari balik pintu. Lagi lagi ia melihat suaminya meratap, entah karena apa. Bumi tidak tahu kalau hari itu ada

