“ Bumi Adikara resmi dijadikan tersangka percobaan pembunuhan gadis muda bernama Adinda. Apakah anda bersedia datang dan menjadi saksi?” Farzan terdiam usah menerima telefon dari kepolisian. Seluruh tulangnya terasa lemas. Ia masih teringat pesan Adinda saat bertemu dengannya kemarin “ Jika terjadi sesuatu padaku, maka kau tahu siapa yang harus disalahkan.” Pesan Adinda kemarin Kenapa Bumi bisa melakukan semua ini? “ Bagaimana tuan Farzan?” Suara di seberang menyentakkan lamunnya “ Ya, saya bersedia. Saya akan datang.” Sanggup Farzan kemudian menutup telefonnya. Pria itu mengusap rambutnya jengah, setelah semua kebohongan, sekarang bahkan ibunya menjadi calon narapidana Prank Ia memecahkan semua gelas di meja. Depresi? Tentu saja. Di sisi lain, Farzan sangat menyayangi Bumi. Karena

