“ Nara bangun! Nara! Nara! Bangun! Nara aku mohon bangunlah!” Suara itu semakin samar terdengar, perlahan, cahaya buram yang terlihat mulai redup. Mata Nara terpejam, kesadarannya hilang, ia lelah, tubuhnya letih, Nara bahkan tidak bisa menggerakkan jari jarinya. “ To long.” Hanya itu yang lirih terdengar. Sosok itu kemudian menyelimuti tubuh Nara yang setengah telanjang lalu menggendongnya ke luar dengan langkah tertatih melewati 5 lelaki yang baru saja ia bantai. Apa yang sebenarnya terjadi? -----***----***----***----- “ Kalian siapa? Lepaskan aku!” Nara mencoba melawan saat mereka mencoba meletakkan tubuhnya di atas ranjang. Sekali lagi, sebuah suntikan seakan membuatnya mati rasa. Pandangan Nara menjadi berkunang kunang, seluruh ototnya nyeri bahkan tidak sanggup untuk duduk dari

