“ Kak Vendra.” Adinda mengulas senyum manis, masih bergulung di dalam selimut dengan tubuh telanjang yang masih basah dengan keringat. Ia memang tidak mengingat semua kejadian sore tadi, namun... Adinda merasa begitu puas, ia bisa memiliki Vendra seutuhnya sekarang. Jauh dalam lamunannya... Klek Seseorang membuka pintu. Tampak Vendra melangkah masuk dengan seplastik minuman dan snack ringan di tangannya. “ Kau pasti lapar, makan ini!” Ujarnya melempar plastik itu ke ranjang. Adinda mengulas senyum menatap Vendra yang membuka tudung jaket yang menutupi wajah tampannya. Masih tidak menyangka bahwa tadi mereka menghabiskan waktu intim bersama. Di mata Adinda, Vendra menjadi semakin tampan saja. “ Ada apa?” Tanya Vendra melihat senyum semringah di wajah Adinda yang tak berkedip menatapnya

