26

1682 Words

"Baby nanti siang aku akan menjemput mu, kita akan fitting gaun pengantin" Vian menoleh pada Jayden "apa tidak terlalu cepat?" Tanya Vian, jujur ia masih belum bisa menerima keputusan sepihak Jayden. Jayden melepas tab miliknya, bergeser sedikit ke arah Vian. Menatap lamat wajah cantik yang mampu memghentakan hidupnya dalam sekali pandang. "Tidak, ini sudah lebih dari cukup lama untuk ditunda terus, kau tau kita sudah hidup bersama, dan aku mau ada kejelasan di hubungan kita. Aku berjanji akan selalu menyayangi mu dengan sepenuh jiwa" Mungkin jika tidak ada sedikit pun keraguan dalam diri Vian, maka saat ini dia sudah meringsik mendekat dan mendekap Jayden. Mungkin ia akan menangis terharu karena diberi kepastian disaat banyak wanita dibiarkan dengan angan belakang diluar sana

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD