Cahaya mulai menembus sela gorden dimana Vian dan Jayden tengah bergulung dibalik selimut, terlelap dengan tenang. Namun itu lima menit yang lalu, kini Vian sudah sepenuhnya membuka mata. Bertopang dengan tanganya, Vian menatap lekat wajah lelap Jayden. Sudah berapa lama ia tak bisa seperti ini, menikmati wajah Jayden di pagi hari. Jayden masih terlalap, Vian merubah posisinya menjadi terlentang. Menghembuskan nafas, Vian segera bangun perlahan. Berusaha supaya Jayden tak terbangun dan tak menghalanginya untuk pergi lagi. Vian bersyukur pakaiannya masih utuh, Jayden tak berutal merobek pakaiannya. Jika pakaianya koyak, maka langkah Vian untuk kabur bisa lebih sulit. Vian memungut pakaianya, memakainya dengan cepat dan segera pergi dari sana. Dia berharap belum ada yang bangun di

