30

909 Words

Barang barang berhamburan, pecahan Vas bertaburan dilantai. Suara ringisan kesakitan terdengar dari bibir seorang wanita yang tengah mengompres pipinya. "Bedebah.." Pipinya sehabis ditampar dengan kerasnya, bahkan bukti kuatnya ayunan tangan itu terbukti dengan bentuk tangan yang ada dipipinya. "Jaga batasan mu, aku hanya berbelas kasih jangan melunjak" Kalimat itu terus berputar didalam benaknya, pipinya boleh sakit, tapi hatinya lebih sakit. Ntah mengapa kalimat itu membuatnya sakit dan merasa tak berharga dan tak diharapkan. Sakit, sudah pasti, hatinya tak sekuat itu untuk. "Kenapa kau terdiam, pipi mu tidak akan sembuh dengan sendirinya" Alice kembali mengompres pipinya sambil mendelik kesal pada Marcia yang dengan santainya menyesap wine dihadapannya. "Apa? Bukan salah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD