"Yang dimaksud dengan tanggung jawab kalau menurut orangtua itu gimana sih?" "Hah?" Khanza mengulang kembali pertanyaannya. Rissa kaget karena ia sedang fokus dengan tulisan di ponselnya tapi dikagetkan dengan pertanyaan itu. Makanya tak begitu menyimak. Rissa tampak berpikir lalu ia menjawab. "Kalau dapat yang udah mapan, kayaknya lebih bagus menurut mereka." Khanza tertawa. "Tapi gue juga gak paham ya. Karena setiap orangtua kan beda-beda." Khanza mengangguk-angguk. Ia sebetulnya was-was dengan apa yang mungkin dikatakan orangtuanya ketika Dani datang nanti. Lelaki itu tak mungkin berbohong dengan statusnya kan? Kalau segala hal dimulai dengan kebohongan, tak akan pernah ditemukan kebaikan di dalamnya. Bagaimana mau menemukan sebuah kebenaran dari kebohongan? "Ada temen gue sih

