Winter menggendong kity dan mengangkat nya menuju tempat tidur,selama 1 minggu di pelihara Winter berat badan kity bertambah drastis,sekarang butuh tenaga ekstra untuk mengangkat kity,Devan pun terkadang juga singgah dan menjaga kity saat Winter sedang ada kerjaan.
Winter masih ingat bagaimana wajah cengo Devan saat mengetahui kalau dia tinggal disini.
“kamu nggak ngelakuin pesugihan kan?”
Itulah kalimat pertama yang terlontar saat mengetahui tempat tinggal Winter sekarang,memang Winter akui jika hanya setingkat diri nya saja tidak mungkin rasanya bisa membeli unit semewah ini.
“kamu lapar?” tanya Winter ke kity yang berulang kali mengeong
“tunggu”
Winter pergi ke dapur dan mengambilkan snack kity,di luar sedang hujan lebat dan untung saja dia datang lebih cepat sebelum hujan mengguyur nya,omong omong bagaimana keadaan Axel? Winter belum menelpon pria itu sama sekali untuk mengucapkan terima kasih dan Axel juga tidak menelpon dia sama sekali,jadi buat apa Winter untuk menelpon nya? Bukan kah seharus nya kodrat wanita itu di kejar bukan nya mengejar? Saat Axel datang mungkin nanti Winter mengucapkan rasa terima kasih nya.
Winter duduk di kursi malas nya setelah memberi snack kity dan membiarkan dia memakan nya sendiri,kembali Winter mengamati kalung yang dia pakai dan memasukkan angka yang telah dia ingat sebelum nya,berterima kasih lah pada ingatan nya yang sangat cemerlang.
Winter mengamati cincin itu,cincin yang sama dengan punya Axel,ada angka dan inisial AA,Winter masih penasaran dengan angka itu sebenarnya,apa angka ini memiliki arti spesial.
Winter pun berdiri dan mencari kalender kecil dan melihat tanggal itu di kalender nya,beberapa bulan sebelum tanggal kecelakaannya.
Winter masih ingat saat dia membuka mata waktu pertama kali itu yang di lihat nya adalah ibu nya Axel,kalau Axel memang suami nya kemana dia waktu itu meninggalkan Winter sendirian yang sedang koma?
Dia ingin menanyakan hal ini tetapi kepada siapa? Dia tidak memiliki siapa siapa lagi
Drt...drt.
“halo”
“halo,tante” salam Winter,dia akan menanyakan hal ini kepada Ibu Axel,mungkin saja beliau tahu akan hal ini
“oh Winter,bagaimana keadaan nya?”
“baik saja tan,kalau tante gimana?”
“hahaha masih sama seperti yang kamu lihat kemarin”
“omong omong tumbenan nelpon tante”
“hm gini tante,Winter mau nanya,kira kira tante tau angka 02032006,itu tanggal untuk apa?” tanya nya,hening tidak ada jawaban,Winter bahkan harus mencek apakah panggilan mereka masih tersambung.
“tante” ulang Winter
“iya?’
“tante tahu tanggal apa itu?’
“tidak Winter,tante tidak tahu akan hal itu” balas nya,Winter menghembuskan nafas nya
“mungkin kamu bisa tanya Axel” lanjut Ibu Axel
“baiklah tante,akan Winter tanyakan nanti”
**
Winter bersiap malam ini,dia akan pergi menemui pesta klien nya,dan tentu saja dia pergi dengan Devan.
“kamu yakin pakai pakaian itu?” tanya Devan saat melihat gaun seksi yang di gunakan Winter,tidak biasa nya Winter berpakaian seksi seperti ini.
Winter mengangguk “kenapa? Ada yang salah?” tanya Winter bingung,dia mengamati pakaian yang dia pakai terlihat baik baik saja.
“nggak ada yang salah,tapi gara gara pakaian kamu aku harus kerja keras buat ngelindungin kamu dari laki laki buaya di pesta”
Winter tertawa “bukannya kamu juga salah satu nya?” sindir Winter
“no,sejak sama kamu aku sudah taubat” balas Devan.
Winter hanya tertawa mendengar guyonan Devan
Setelah setengah jam mereka sampai,disana penuh dengan sorak sorai orang yang berdansa,tidak heran pesta nya sendiri di adakan di club terbesar di kota ini,kata orang yang bisa masuk sini hanya lah orang yang memiliki kartu VIP karena tidak sembarang orang bisa masuk,makanya Winter pergi dengan Devan.
Devan membawa Winter berkeliling menyapa beberapa klien dan investor perusahaan nya.
“kamu mau ikut berdansa?” ajak Devan saat mereka sudah selesai menyapa
“aku nggak bisa berdansa” Winter menaikan volume suaranya karena suara musik yang sangat keras.
“sini aku ajarin” Devan menarik tangan Winter untuk ke tengah lantai dansa,berulang kali Devan mengajari Winter gerakan nya,ternyata tidak sesulit yang di bayangkan.
“disini orang nya sesak ya”ucap Winter saat beberapa kali dia menyenggol badan penari lain.
“iya dan karena gaun mu ini,p****************g berulang kali mendekati” ucap Devan
Baik Winter dan Devan,mereka mulai mengikuti aluran irama dengan sendiri nya.
“bersiap sebentar lagi akan ada pergantian pasangan” ucap Devan berbisik di telinga Winter
“Apa?”
Belum selesai Winter mendengar perkataan Devan,Devan sudah melepaskan nya dan berganti pasangan dengan wanita yang di sebelah mereka,sedangkan Winter bingung apa yang harus dia lakukan,akhirnya dia memutuskan untuk keluar.
“mau kemana? Tidak ada yang boleh keluar dari sini sebelum musik selesai”
“Axel?” ucap Winter terkejut,saat melihat orang yang menarik pinggang nya tadi adalah Axel,Axel membawa nya mulai mengikuti musik sedangkan Winter hanya mengikuti.
“selama 1 minggu lebih aku pergi,banyak peraturan yang sudah kamu langgar” ucap Axel,dia sengaja berbisik di samping telinga Winter agar terdengar tapi hal itu membuat Winter merinding.
“pertama,pergi jalan dengan Devan” Axel mencium pipi kanan Winter setelah mengatakannya
“kedua,pergi ke pesta” Axel kembali mencium pipi kiri Winter
“ketiga,keluar dengan pakaian seksi” kali ini Axel mencium Winter di kening nya
“ke empat,berdansa dengan Devan dan memperlihatkan lekuk tubuh ke orang lain”
Kali ini bukan Axel yang mencium Winter lebih dulu,tapi Winter lah yang lebih dulu membungkam bibir Axel dengan diri nya,Axel yang awalnya terkejut dengan perbuatan Winter hanya bisa terdiam tapi dia tersadar dan mulai memberikan balasan.
“aku tidak mau ada pelanggaran yang ke lima” ucap Axel sebelum mereka berpindah pasangan lagi,sekarang pasangan Winter kembali ke Devan.
“siapa tadi? Tanya Devan,mereka bicara sambil terus berdansa
“siapa?” tanya Winter balik
“orang yang menjadi pasangan kamu tadi,dari perawakan nya terlihat tidak asing”
“nggak tahu,kata dia tadi nama nya jack ya jack’ ucap Winter berbohong,Devan mengangguk mereka pun kembali melanjutkan dansa nya.
Winter menengokkan kepala nya ke samping tetapi dia tidak melihat Axel di lantai dansa,apa tadi dia hanya berkhayal?
**
Setelah hampir 2 jam mereka berdansa,mereka kembali ke meja bar,kaki Winter terasa sangat pegal sekarang jika saja kaki nya ini bisa di copot mungkin sudah Winter copot.
“kamu pesan orang juice kan?” tanya Devan,Winter menggeleng lalu menahan tangan Devan yang ingin memesan
“pesan satu vodhka” balas Winter
“kamu yakin?” tanya Devan ragu,pasal nya Winter tidak kuat minum
Winter mengangguk,akhirnya Devan memesan minuman mereka.
Setelah datang Winter langsung meminum vodhka nya dalam beberapa kali teguk,Devan yang melihat pu sampai merasa heran.
“are you okay?’ tanya Devan khawatir.
Winter mengangguk i am okay” balas nya lalu memesan satu gelas vodhka lagi
“no Winter,kamu sudah mencapai batas mu”tahan Devan saat melihat Winter ingin meminum nya lagi
“tidak masalah,aku masih bisa menahannya”balas Winter,lalu meminum satu gelas itu dengan beberapa tegukan.
Entah kenapa Winter hanya ingin minum malam ini,dia ingin melupakan perbuatan memalukan nya tadi,bagaimana bisa diri nya terlebih dahulu yang mencium Axel !!
“sudah,kita harus pulang,kamu sudah cukup mabuk” ucap Devan sambil membopong badan Winter yang sempoyongan,wanita itu sudah minum 5 gelas sendirian.
Devan mengangkat badan Winter dan mendorong nya ke dalam mobil.
“kan sudah aku bilang,jangan banyak banyak minum”omel Devan,tapi Winter hanya bisa tertawa sebagai tanggapannya
Devan melajukan mobil nya dengan cepat,untung saja dia tidak sempat minum banyak sehingga dia tidak mabuk dan masih punya kesadaran untuk mengendarai mobil.