Jantung Jinan berdetak dengan kencang. Gadis itu menelan salivanya dengan susah payah saat melihat mata Randu yang menatapnya dengan begitu dalam. Matanya pun memejam saat tangan Randu mengusap wajahnya dan menyampirkan rambutnya ke belakang telinga. Tangan Randu tiba-tiba saja diletakkan oleh pria itu dibelakang punggungnya. Tubuh Randu semakin dekat menyentuh bagian depan tubuh Jinan. Lalu, pria itu menjatuhkan tubuhnya dan tubuh Jinan ke ranjang dengan perlahan, tangan pria itu yang berada di belakangnya menahan tubuh gadis itu agar tak terlalu kencang jatuhnya. Senyuman manis terbit di wajah Randu. Jinan pun ikut tersenyum melihatnya. Namun, tetap tak membuat diri gadis itu tenang. Entahlah ... rasanya sangat deg-degan. Tangan kanan pria itu terulur lagi untuk menyentuh wajah Jin

