Lama Lisa menangis di dalam mobil Joehan. Bria menjalankan mobil pelan hingga sampai di sebuah rumah kediaman saudara Lisa. Brian tahu alamat ini saat Joehan dulu sering mencari tahu keberadaan gadis yang ia cintai. “Pulang dan beristirahatlah. Mereka pasti menunggumu!” Lisa akhirnya membuka suara. “Apa kau berpacaran pada Chyntia dulu, lalu bertunangan dengan Lusi saat ini hanya ingin membuat hatiku sakit? Kau ingin balas dendam atas semua rasa sakitmu dahulu karenaku, Joe?” Perkataan Lisa membuat Brian ingin tertawa. Gadis itu percaya diri sekali. Padahal Joehan berpacaran dengan Chyntia memang atas dasar cinta. Lebih tepatnya belum resmi berpacaran. Lalu bertunangan dengan Lusi juga bukan karena untuk membuat Lisa sakit hati. Itu hanya sandiwara agar Dirga mau menyerahkan bukti dan m

