BAB 37

1643 Words

Luka yang menghiasi paras cantik kini sudah mulai sembuh. Warna biru yang melekat kini sudah memudar. Sisa darah yang menempel kini sudah menghilang. Duduk menyilangkan kaki pada sebuah kursi kebesaran yang sangat empuk dan nyaman. Tergantung foto kedua orang paruh baya di dinding. Kali ini ia sendiri karena sang kakak sedang pergi ke luar kota. Orang yang ia undang akhirnya mau untuk datang. Tiga orang pria paruh baya turun dari mobil-mobil mewah. Memasuki sebuah gedung pencakar langit yang ada di ibu kota. Mereka di arahkan ke ruangan yang tak asing adalah milik pasangan Dayo. “Tamu anda sudah datang, Nona,” ujar seorang sekretaris. “Silahkan duduk, Tuan-tuan!” Mereka duduk dan saling berpandangan. Merasa ada sesuatu yang aneh dengan mengumpulkan mereka semua disini.  Seorang gadis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD