Kampus terbaik di negara ini sungguh sangat terlihat Indah. Langkah kaki Chyntia terasa ringan dan terasa tak ada beban. Sepertinya ia akan betah jika berkuliah disini. Chyntia berjalan sambil memperhatikan bangunan yang menjulang tinggi di sebelah kanan dan kirinya. Tamannya juga tak kalah indah karena di atur dengan rapi. Tak sengaja saat ia lengah, Chyntia menabrak tubuh seseorang. Ia menunduk meminta maaf dan mensejajarkan pandangannya pada orang tersebut. Seorang pria yang tak asing. Pria itu juga mengingat sosok Chyntia. “Kamu Chyntia bukan? Senang bisa bertemu kembali. Apa kau masih mengingatku. Aku Defry, Chyn.” Defry menjabat tangan Chyntia. Chyntia takut pria itu memberitahukan keberadaannya saat ini pada Joehan. “Senang bisa bertemu kembali denganmu juga, Kak.” Defry men

