Mendengar suara panik Hanna menyadarkan Berliana dari lamunannya. Dia mengusap air matanya dan menatap lirih ibu Oliver. "Maaf kalau buat Tante khawatir, aku cuma kangen sama mamaku yang udah meninggal." Tak pelak jawaban Berliana membuat keadaan menjadi canggung meskipun hanya beberapa detik. "Ah ... lebih baik kita makan malam sekarang. Makanannya sudah hampir siap," ucap Hanna yang segera beranjak ke dapur. Satu persatu dari mereka menuju ke ruang makan. Mata Berliana melebar saat melihat hidangan yang tersaji di hadapannya. Makanan yang terbilang sederhana namun menimbulkan kehangatan di hatinya. Hanna yang melihat Berliana hanya terdiam langsung bertanya. "Kenapa nggak diambil makanannya? Apa nggak sesuai dengan selera kamu, Liana?" Berliana terkesiap dan tersadar dari lamunan

