"Ada apa? Kenapa kau senyum-senyum sendiri?" tanya Guzel curiga. Tanpa menjawab, Serkan langsung beranjak turun dan mengangkat tubuh Guzel. Ia ingin mewujudkan fantasi liarnya yang baru saja muncul di pikirannya. "Kau mau apa, Mas? Cepat turunkan aku! Sudah siang dan aku harus segera mandi," tanya Guzel bingung melihat sikap suaminya. Guzel meminta agar diturunkan, tetapi Serkan mengabaikannya. Pria itu justru melangkah cepat ke arah kamar mandi. Setelah di dalam, ia mendudukkan istrinya tepat di samping wastafel. "Tunggu sebentar ya, Sayang. Aku isi air di bathtub dulu sebentar," ujar Serkan lembut dengan seulas senyuman. "Tidak perlu, Mas, aku bisa melakukannya sendiri." Guzel melompat turun dan mengejar suaminya. Sontak, Serkan berbalik dan merengkuh pinggang istrinya. Lalu, menar

