"Papa sudah tenang di atas sana, Sayang. Mama mohon, berhenti membahas masalah apa pun tentang Papa," sanggah Guzel tidak suka. Tidak hanya sekali dua kali Dilara mengungkit masalah mendiang ayahnya. Berandai-andai dan menyalahkan takdir atas kematian sang ayah yang secara tiba-tiba ketika bertugas. "Tidak, Ma. Kali ini bukan seperti yang Mama pikirkan. Papa--." Ucapan Dilara terpaksa harus terhenti. "Cukup, Lara! Jangan buat papamu khawatir dan tidak tenang di atas sana," potong Guzel menggebu. "Papa pulang, Ma. Papa masih hidup dan sekarang sedang duduk di depan Lara," ujar Dilara tidak kalah menggebu. Bagai disambar petir di pagi hari, Guzel beranjak duduk dengan tiba-tiba. Manik matanya memerah dan membola. Bagaimana bisa suaminya masih hidup, sedangkan lima tahun lebih ia menyaks

