Beberapa hari kemudian setelah dirawat dan pulang dari rumah sakit, kondisi Guzel sudah membaik. Janin yang ada di dalam kandungannya pun masih bertahan dengan sangat kuat. Meskipun demikian, wanita itu lebih berhati-hati mengingat hampir kehilangan calon buah hatinya. "Mas," panggil Guzel. Selama dalam masa pemulihan, Serkan tidak pernah meninggalkan istrinya meski hanya sebentar. Semua pekerjaan ia urus di rumah, lebih tepatnya di samping istri tercinta. Ia takut Guzel membutuhkan sesuatu dan ia tidak ada di sisinya. Apalagi pesan dokter yang mengatakan bahwa Guzel harus istirahat total, yang artinya tidak boleh melakukan aktivitas apa pun. "Kenapa, Sayang?" Serkan meletakkan dokumen dan langsung memeluk istrinya. "Aku sudah merasa lebih baik. Tubuhku juga sudah terasa lebih segar,"

