OLEH : ZAKY FIRMANSYAH

338 Words
Tangisan Air mata Bunda by insan biasa yang banyak kekuranganku Dalam Senyum mu kau sembunyikan letih mu Derita siang dan malam menimpa mu tak sedetik pun menghentikan langkah mu Untuk bisa Memberi harapan baru bagi ku Seonggok Cacian selalu menghampiri mu secerah hinaan tak perduli bagi mu selalu kau teruskan langkah untuk masa depan ku mencari harapan baru lagi bagi anak mu Bukan setumpuk Emas yg kau harapkan dalam kesuksesan ku bukan gulungan uang yg kau minta dalam keberhasilan ku bukan juga sebatang perunggu dalam kemenangan ku tapi keinginan hati mu membahagiakan aku Dan yang selalu kau berkata pada ku Aku menyayangi mu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hati ku. ( Bag II ) ? Seorang Anak Untuk Ibu ? by zakyfirmansyah Aku berangkat sekarang untuk membantai lawan.. Untuk berjuang dalam pertempuran.. Aku berangkat, Bu, dengarlah aku pergi.. Doakanlah agar aku berhasil.. Sayapku sudah tumbuh, aku ingin terbang.. Merebut kemenangan di mana pun adanya.. Aku akan pergi, Bu, janganlah menangis.. Biar kucari jalanku sendiri.. Aku ingin melihat, menyentuh, dan mendengar.. Meskipun ada bahaya, ada rasa takut.. Aku akan tersenyum dan menghapus air mata.. Biar kuutarakan pikiranku.. Aku pergi mencari duniaku, cita-citaku.. Memahat tempatku, menjahit kainku.. Ingatlah, saat aku melayari sungaiku.. Aku mencintaimu, di sepanjang jalanku. — ( Bag III ) Untuk Ibuku tercinta by zakyfirmansyah Ku ingin, Menghirup udara yang kau hirup. Melangkah, Di tempatmu melangkah. Berteduh, Di tempatmu berteduh. Dan terlelap di atas pangkuanmu. Ibu… Ku hanya ingin selalu bersamamu. sepanjang waktuku. ibu aku sayang kamu ( Bag IV ) TAK TERGANTI by zaky firmansyah Ketika kupandang lekat pada sudut matamu Tersimpan derita yang begitu mendalam Aku tahu disana banyak tersimpan air mata untuk kami anakmu Air mata yang telah kami lakukan Ibu Kamu selalu berharap kami anakmu yang kan jadi nomor satu Namun sering kali kami melawan dan melalaikan perintahmu Kami selalu membuatmu bersedih Mulai sekarang aku bertekad untuk menghapusair matamu… dan menggantinya dengan canda dan tawa Terima kasih Ibu Kau takkan pernah tergantikan di dalam hati kami anakmu kami sayang sama mu ibu
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD