17. Tempramen yang menakutkan

1377 Words

Pintu terbuka lebar, menampilkan sosok lelaki jangkung dengan badan tegap. Matanya menyisir setiap ruangan di rumah ini, dan kemudian menghampiri seseorang yang berada di depannya. Seseorang itu bertepuk tangan, yang lain hanya menampilkan senyum smirknya. "Selamat bergabung! Gak nyangka, pinter juga Lo. Hebat, hebat." Mereka semua tertawa. "Jadi ini markas kalian? Biasa aja." Mereka semua melotot mendengar ucapannya. "Dan ... Gak nyangka sama Lo!" Lanjutnya, dengan menunjuk salah seorang dari mereka, sambil tertawa meremehkan. "Yang terlihat baik, belum tentu baik." Wanita itu menarik sudut bibirnya. "Jadi ... Apa rencana kalian?" tanya nya. Setelah dibisikan sesuatu, lelaki itu kemudian tersenyum tipis. Mengakui bahwa rencana mereka ternyata sudah di rancang matang-matang se-demiki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD