Dua Tumbal

1479 Words

Suamiku Menghilang Setiap Malam Bab 22 : Dua Tumbal Gilhan keluar dari ruangan bawah dan menunggu Sindy mengikutinya keluar juga, ia tahu kalau calon raga dari jiwa Sonia sedang bersembunyi di bawah ranjang. Ruangan itu tak memiliki seluk beluk untuk berlindung, hanya kolong tempat tidur saja tempat satu-satunya. Jadi, tanpa mengintip ke bawah sana pun, ia sudah tahu. Sambil menunggu Sindy keluar, Gilhan mulai menghidupkan perapian juga membakar dupa. Ia menelepon Karmin dan Ana untuk menemui ke halaman belakang. “Ada apa, Tuan?” tanya Karmin sang satpam. “Pagar sudah kamu gembok?” tanya Girhan dengan menatap dua calon tumbalnya itu. “Sudah, Tuan!” jawab Karmin dengan cepat. “Bagus!” ujar Gilhan dengan mengacungkan jempol kepada pria bertubuh tambun dengan kumis yang menghiasi atas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD