Sehari setelah aku menghabiskan waktuku disisi Haneul, badai mulai terlihat. Mendadak Ibu Suri Selene datang mengunjungi paviliun terbaru yang ditempati oleh Haneul. Aku sangat takjub betapa polosnya Haneul menerima kedatangan sang Ibu Suri tanpa sedikitpun dibumbui oleh kecurigaan. Bagaimana bisa wanita itu menganggap wajar kemunculan sang ibu mertua dalam kondisi ini? Atau bahkan setelah hal buruk terjadi menimpanya? Aku tidak habis pikir. Dalam persembunyianku aku melihat Selene memasuki kamar Haneul. Mereka berdua duduk berhadapan pada kursi yang ditata dengan meja kecil sebagai pembantas diantara mereka berdua. Dalam kondisi tersebut aku bisa melihat Haneul terus saja menundukan kepalanya tanpa keberanian sedikitpun untuk dapat bersitatap. “Apa kunjunganku hari ini mengejutkan dir

