Lizy menganggukkan kepalanya tanda mengerti, ia mengambil tisu dari tasnya kemudian mengusapi d**a bidang Calvin yang basah. Sedangkan Calvin menatap wajah cantik Lizy yang lebih pendek darinya. Mata coklatnya bahkan sampai tak mengedip menatap wajah Lizy. Tanpa Calvin dan Lizy sadari, Lukas yang sedang duduk memainkan ponselnya, melirik mereka. Menatap Lizy yang sedang mengusapi d**a Calvin, dan tangannya meremas ponselnya dengan erat, melihat Calvin menatap Lizy dengan pandangan memuja. “Sudah selesai, sebaiknya kau lebih hati-hati lain kali,” ujar lizy. Calvin masih belum bersuara, pemuda itu meraih tangan Lizy di dadanya dan menggenggamnya. Namun Lizy melepaskannya dan berdeham, kemudian menjauh. “Sebaiknya kita kembali ke kantor,” kata Lizy lagi. “Ya, kita kembali,” balas Ca

