Chapter 37

1536 Words

Lizy terperanjat, karena merasakan dingin di pipinya. Ia menoleh ke kanan dan menemukan sekaleng minuman kopi yang dingin. Tak lama Lukas muncul dan duduk di depannya, menatap Lizy dengan tatapannya yang seksi. Lukas membuka penutup kalengnya dan menyodorkan pada Lizy, yang langsung diambil oleh Lizy. “Kenapa kau melakukan wawancara itu?” tanya Lizy. Lukas menaikkan sebelah alisnya, “Aku sengaja, ingin tahu seberapa kenal mereka padamu. Aku rasa yang tahu ciri-ciri dirimu hanya karyawan Marketing, karena mereka bermulut besar semua, jadi semua karyawan tahu.” “Tapi kau tak harus mengatakannya, mereka semua menjauhiku,” balas Lizy sambil menundukkan kepalanya. Kedua tangannya saling mengerat di kaleng minumannya, wajahnya merengut sedih saat semua orang berbisik-bisik tentangnya. Lukas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD