Chapter 19

1166 Words

Lukas hanya diam, membawa Lizy masuk. Pintu besarnya tak di kunci sama sekali, membuat Lizy lagi-lagi merasa heran. Lizy mengedarkan pandangannya ke segala penjuru ruang tamu rumah besar itu. Segala dekorasinya nampak klasik dan barang-barangnya antik. Dengan satu set sofa merah marun dari beludru yang mewah, dengan lampu kristal yang menggantung indah. Segala dekorasinya terlihat mewah dan klasik, membuat Lizy betah berlama-lama. “Tuan besar, Anda sudah tiba.” Kata seorang pelayan paruh baya sambil menghampiri mereka. “Ya, aku akan menginap semalam.” Balas Lukas. “Saya sudah membereskan kamarnya, silakan. Kalian akan makan malam dulu?” tanya wanita itu lagi. “Kami sudah makan malam, Anda istirahat saja.” “Baiklah, selamat malam.” Lalu wanita paruh baya itu pergi meninggalkan Lizy d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD