Chapter 15

1191 Words

Lukas menghentikan cumbuannya dan bangun dari tubuh Lizy. Lizy pun bangun dan merapikan tali gaunnya yang turun, kemudian hendak melangkah namun Lukas menarik tangannya lagi. Sebelum Lizy pergi, pria itu mengecup bibirnya. Lizy pun ke depan dengan wajah merona merah. Ia berdeham agar suaranya tidak tercekat, namun rambutnya tetap berantakan. Ketika Lizy membuka pintu tubuhnya menegang, dan mata bulatnya melebar dengan wajah terkejutnya. Di depannya Calvin sedang tersenyum dengan manis dan ramah. Berpakaian rapi, dengan kemeja biru muda yang lengannya di gulung sampai siku dan celana hitam. Rambut hitamnya di sisir sedikit berantakan, terlihat seperti pemuda-pemuda tampan pujaan para gadis. “Calvin,” kata Lizy dengan suara tercekat. "Lizy," kata Calvin sambil mengulas senyum tampann

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD