Chapter 12

1232 Words

“Jadi, dia menjebakmu?” tanya Lizy seraya menatap wajah Lukas. Pria itu menoleh pada Lizy kemudian menatap kembali ke depan, tanpa anggukan atau jawaban apa pun. Kedua tangannya ia lipat didepan d**a, dan wajahnya hanya berekspresi datar. Lizy pun ikutan diam, gadis itu menatap ke depan, ke hamparan air sungai yang berwarna warni oleh lampu dari kota. Ia duduk dengan sedikit kurang nyaman, karena punggungnya yang terbuka dan sedikit dingin, meski mereka berada dalam mobil. Setelah pulang dari restoran, Lizy justru meminta Lukas untuk membawanya ke pinggir sungai, untuk menikmati pemandangan sungai di malam hari. “Kebanyakan wanita menjebakku dengan tubuh mereka, untuk mendapatkanku. Karena tak ada keistimewaan yang mereka miliki, selain menawarkan tubuh mereka padaku,” jawab Lukas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD