Thirty Six

2062 Words

Buku itu terus ia bawa kemanapun, kadang Dony tersenyum saat menumpahkan fikirannya. Tapi, tak jarang juga ia jadi sedih karna takut kata-kata itu tak akan pernah tersampaikan ke Yunia 8 bulan lebih, tidak ada yang menjenguk. Kadang Ia merasa sedih juga iri ketika mendengar yang lain mendapat pengunjung di jam besuk. Namun, ini pilihannya. Ia yang meminta ayahnya tak pernah lagi berusaha menginjakkan kaki disini. Dony merasa masuk ke fase titik nadirnya. Walau rindu menduduki kalbu, tapi ia tak mampu mengatakannya dengan leluasa. Tidak kepada Yunia tidak pula terhadap Roland Tapi biarlah, beberapa rindu memang di atur untuk di sampaikan secara sembunyi-sembunyi. Bukan di utarakan hanya bisa di kirimkan lewat doa "Bisa ajah kalik!" seru Bio yang mulai berani pada Dony. Ia berdiri di bela

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD