Pemandangan yang dilihat membuat emosi Ica perlahan menaik, ia menatap ke arah Faisya yang hanya diam di tempat. Tidak, ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, ia harus memberi pelajaran pada wanita jahat itu. Ica menarik tangan Faisya dan mengajaknya memasukkan toko perlengkapan bayi, Faisya nampaknya terkejut dengan sikap Ica yang tiba-tiba menariknya. Namun, begitu sadar Ica akan membawanya ke mana, Faisya berusaha melepaskan dirinya, tetapi jelas saja Ica lebih sigap lagi menahan Faisya. Ica terus memaksa Faisya agar sepupunya itu ikut berjalan bersamanya menghampiri dua orang yang asyik mengobrol itu. Sudah cukup hanya berdiam diri, kali ini sungguh keterlaluan. "Bisa-bisanya lo diam-diam ke sini sama dia tanpa sepengetahuan Fai," ujar Ica membuat kedua orang itu langsung menoleh ke a

