62. Memilih Pergi

1906 Words

Fai, lo kenapa?" tanya Ica ketika ia yang sudah berada di parkiran melihat Faisya yang bersimbah air mata. "G-gue nggak apa-apa, Ca," jawab Faisya dengan suara serak. Ica menatap Faisya curiga, tidak mungkin Faisya baik-baik saja saat ini ketika melihat air mata terus melaju dengan cepatnya melalui pipinya. Ica melihat sekeliling, di mana banyak orang yang mencuri pandang ke arah mereka. Ica menghela napas, tak mungkin ia mendesak Faisya saat ini meskipun ia sudah penasaran setengah mati. "Kita cari tempat yang agak sepi dulu, Fai, banyak orang yang ngeliat." Faisya mengangguk, ia membiarkan Ica merangkul bahunya dan mengajaknya ke suatu tempat. Tepatnya di taman rumah sakit yang memang agak sedikit sepi. "Lo tunggu di sini dulu, Fai," ujar Ica meminta Faisya duduk di sebuah bangku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD