Semakin hari, Akbar sering pulang terlambat dan hal itu membuat Faisya khawatir. Apalagi setiap ditanya, suaminya hanya menjawab kalau ada urusan selain pekerjaan. Hubungan mereka pun semakin hari semakin renggang karena intensitas pertemuan yang semakin sedikit, sangat jarang sekali menghabiskan waktu bersama dan hal itu membuat Faisya murung. Sangat khawatir kalau ternyata suaminya ada wanita lain di luar sana, tetapi ia tidak boleh berpikiran negatif. Barangkali saja suaminya begitu sibuk dan lelah sehingga sering mengabaikannya. Faisya bukan orang yang mendesak pasangannya untuk jujur jika pasangannya itu sedang merasa lelah atau tidak mau terganggu. Walaupun ia harus menahan rasa tidak enaknya sendiri di mana pikirannya terus berkecamuk. Antara berpikir negatif atau harus selalu berpi

