Dina mengapit lengan menantunya yang duduk di tengah antara ia dan Rama, Dina terus saja bertanya kepada anak barunya itu. Ketiganya saat ini menuju tempat resepsi. Rama hanya mendengarkan saja, ia masih merasa mengantuk. Sejenak memejamkan mata, lumayan agar matanya tak terlalu perih. Tepukan lembut dipundak Rama membangunkan lelaki itu, ia membuka matanya sekejap. Lalu berniat untuk tidur kembali. Namun, sebuah tabokan keras membuatnya mengaduh. Dina lah pelakunya. "Kita sudah sampai, turun!" titah ibu dua anak tersebut. Rama dengan enggan membuka matanya, jika saja ini bukan hari resepsi pasti ia akan tidur seharian. "Iya, Ma." Rama turun terlebih dahulu, ia membuka pintunya lebar. Meletakkan tangannya di pintu, takut kepala Diva akan terantuk besi. "Hati-hati," ucapnya sembari ter

