Psikis Nita semakin hari semakin membaik, perkembangannya cukup pesat berkat konsultasi rutin yang selalu ia jalani. "Buk," sapa Diva, Nita tengah memperhatikan keluar jendela seperti biasanya. Namun, pandangannya tak lagi kosong. Bahkan Nita sekarang sudah bisa berkomunikasi dengan baik, meskipun kondisinya belum seratus persen kembali seperti semula. "Sarapan, lalu minum obat ya," ucap Diva lembut, ia membawa nampan ditangannya berisi nasi beserta lauk dan juga obat Nita yang hanya tinggal satu kali minum. Nita rutin minum obat, itulah yang membuatnya tak harus berlama-lama dalam traumanya. Pikirannya pun tidak sesetres ketika Diva tidak jadi menikah dengan Fahri. Ditambah lagi dukungan serta semangat dari Diva. Nita menoleh ke arah Diva yang mendekatinya, meletakkan nampan yang ia

