Part 29 ~ Pemuda yang Mengenaskan

1083 Words

Patah hati membawa Rama sampai di bibir salah satu pantai di Semarang , deburan ombak dan tiupan dingin angin malam menyambutnya saat keluar dari mobil. Malam ini bulan bersinar terang seolah tengah meledek suasana hati Rama yang gelap gulita, sama sekali tak ada cahaya yang menyinari hati yang remuk itu. Tapak demi tapak mengantar Rama di depan ombak yang menggulung apa saja yang ditabraknya, Rama harap begitu pula dengan perasaannya yang pilu itu ikut terbawa agar ia tak lagi merasa sakitnya. "b******k! b******n!" u*****n itu keluar bersamaan dengan teriakan Rama. Kakinya terus menjejak pasir, menyalurkan rasa perih yang menguasainya. Tanpa peduli celananya yang basah dan kotor oleh pasir, Rama tak memikirkan semua itu. Hatinya menggelap. Lima tahun lebih ia berjuang dan harus kalah t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD