Kota Jakarta hari itu terasa amat panas, jauh lebih panas daripada biasanya. Raa duduk di dalam mobil, bersebelahan dengan Ayahnya yang menyetir. Ini adalah satu di antara sedikit sekali kesempatan langka ayahnya mau bepergian keluar rumah dengan identitas asli. Ia mengenakan mobil dinas yang biasa ia pakai dulu saat masih bekerja dan mengenakan seragamnya yang masih sangat rapi karena jarang dipakai. Kefas, Pedro, dan Suarez berada di mobil lain, dalam satu iring-iringan besar yang mengantarkan kelompok ini ke sebuah daerah di pinggiran Jakarta. Totalnya ada lima mobil yang berjalan bersama-sama. Dengan mempertimbangkan kemacetan Jakarta yang luar biasa, mereka memutuskan untuk berangkat pukul sembilan tadi pagi agar tak sampai di sana terlalu sore. Raa memperhatikan situasi di luar jen

